oleh

Beberapa Bender Nampak Terpasang Sindiran Tuntutan Karyawan RSUD Cikalongwetan

BANDUNG BARAT // HK JABAR – Bener atau spanduk nggak cuma berguna untuk menyampaikan peringatan atau pengumuman tertentu.

Spanduk ini justru jadi sebuah bentuk keluhan atau protes tentang karyawan RSUD mereka,bener protes ini berisi kalimat – kalimat sindiran yang ditujukan untuk orang – orang tertentu.

“Pada 31 agustus 2020
Pihak RSUD Cikalong wetan memberikan surat pemberitahuan bahwa gaji dari september sampai dengan desember 2020 mengalami keterlambatan, tapi sepertinya pihak rumah sakit kurang mempertimbanngkan bagaimana efeknya bagi karyawan jika gaji yang mereka terima mengalami keterlambatan.

Apalagi sampai 4 (empat) bulan, ditambah saat pandemi seperti ini pada tenaga kesehatan dituntut untuk bekerja extra diluar kebiasaan, alih – alih mendapatkan insentif dari pekerjaan mereka, yang ada malah hak hak belum terpenuhi.

” Setelah beberapa kali berusaha menanyakan masalah ini kepada pihak internal RSUD dan tidak membuahkan hasil, akhir perjuangan para karyawan sampai di titik ini.

Dimana tadi malam, ( 31 oktober 2020 ) terpasang sepanduk berisi sindiran dan bentuk protes kepada para petinggi di RSUD Cikalongwetan yang belum juga memberikan solusi gaji kepada karyawanya. ” belum diketahui yang memasang sepanduk itu ” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung Barat Hermawan Widjajanto,mengatakan RSUD Cikalongwetan tahun ini menerapkan pola pengelolaan keuangan BLUD,pendapatan fungsional dari pasien langsung atau dari klaim pelayanan BPJS,langsung masuk kas BLUD RSUD Cikalongwetan untuk belanja operasional termasuk gaji karyawan non PNS,karena jumlah pasien menurun pendapatan juga menurun.tapi masih mendapatkan dana dari APBD,diperubahan anggaran kita tambahkan anggaran u gaji karyawan non PNS.” terangnya (Rudiana)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed