oleh

Agung Laksana : Terkait Laporan Moris ke-Polda, Komentar Ketua FPMI Karawang Tidak Tepat

Poto : Agung Laksana.

Agung Laksana : Terkait Laporan Moris ke-Polda, Komentar Ketua FPMI Karawang Tidak Tepat

Karawang – Komentar ketua DPD FPMI (Forum Perlindungan Migran Indonesia) Kabupaten Karawang H.Entang Sonjaya disalah satu media online pada tanggal 31 Maret 2021 terkait laporan Moris orang tua TKW bernama Riska ke Polda Jabar yang melaporkan Rasim Bj selaku sponsor dianggap salah alamat atau salah kamar.

Dimana, sebelumnya Rasim Bj diduga berangkatkan Riska ke Negara Bahren menggunakan identitas orang lain atas nama Maetul Sadiah.

Diketahui, bahwa Rasim Bj selain sponsor TKW/PMI juga merupakan salah satu anggota FPMI DPD Karawang pimpinan Entang Sonjaya.

Menanggapi komentar Entang, Agung Laksana selaku pendamping pelapor yang juga sebagai ketua Lembaga KPK PANRI Karawang, menyebut bahwa apa yang dikatakan Entang selaku ketua FPMI Karawang tidak tepat. Pasalnya, bila laporan polisi Moris adalah salah kamar tentunya tidak akan diterima oleh penyidik Polda.

“Buktinya laporan sodara Moris diterima kok. Kita lihat aja kelanjutannya seperti apa. Kalau salah kamar mari kita buktikan dikepolisian,” ungkap Agung, Kamis (01/04/2021).

Agung mengatakan, FPMI itu bila dibaca dari kepanjangannya adalah forum yang bergerak untuk melindungi para buruh migran. Bukan sebaliknya melindungi oknum sponsor yang sudah jelas memalsukan dokumen TKW/PMI.

“Tau gak tugas dan fungsinya FPMI . Kok malah melindungi sponsor , bukan bela TKW. Bisa-bisanya sponsor jadi anggota FPMI, ada apa yah,” kata Agung.

Dihari yang sama Entang Sonjaya mengatakan, laporan dari sodara Moris ke Polda Jabar ada sedikit salah, mungkin salah alamat atau salah kamar, karena di tujukan ke seseorang, mungkin perlu di garis bawahi dalam hal ini tanda kutip ada apa.

“Kenapa bisa di katakan salah alamat, seharusnya melaporkan Tato dengan Zulkifli karen beliau pelaku pemalsuan identitas dari sodara Riska anaknya Moris. Menurut cerita Rasim Bj dan Abbas sebagai penyalur lapangang, tidak tahu sama sekali bahwa Maetul Sadiah adalah Riska,” jelas Entang dikantor IJB Banyusari. (Bolenk/red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed