oleh

Puluhan Tenaga Pengajar Blanakan Jalani Vaksinasi Covid 19 Di Puskesmas Cilamaya Girang

Puluhan Tenaga Pengajar Blanakan Jalani Vaksinasi Covid 19 Di Puskesmas Cilamaya Girang

SUBANG – Pemberian vaksin merupakan salah satu upaya yang dinilai paling efektif untuk mengatasi pandemi COVID-19 yang masih terus berlangsung. Vaksinasi dilaksanakan untuk melengkapi upaya pencegahan penyakit COVID-19, seperti memakai masker, mencuci tangan, juga menjaga jarak dan menghindari kerumunan.

Vaksinasi atau imunisasi merupakan prosedur pemberian suatu antigen penyakit, biasanya berupa virus atau bakteri yang dilemahkan atau sudah mati, bisa juga hanya bagian dari virus atau bakteri. Tujuannya adalah untuk membuat sistem kekebalan tubuh mengenali dan mampu melawan saat terkena penyakit tersebut.

Pada hari rabu (17/03/2021) sebanyak 56 orang tenaga pengajar dari 11 sekolah dari mulai tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) sampai tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari empat desa yaitu Desa Cilamaya Girang, Desa Cilamaya Hilir, Desa Rawameneng dan Desa Jayamukti.

“Hari ini kami sedang melakukan vaksinasi tahap pertama untuk tenaga pengajar, sedangkan untuk tenaga kesehatan (nakes) sudah dilaksanakan sebelumnya. Dan rencananya besok vaksinasi akan dilakukan kepada para aparatur desa,” jelas dr. Hendra, Kepala Puskesmas Cilamaya Girang, Rabu (17/03/2021)

Sebanyak 16 nakes dari Puskesmas Cilamaya Girang bertugas dalam kegiatan vaksinasi kepada para tenaga pengajar.

“Kegiatan vaksinasi tahap pertama untuk menambah imun sehingga kita tetap harus menjaga protokol kesehatan agar terhindar dari virus covid 19,” ucap Hazizul Hakim, S.Sos., M.Si., Camat Blanakan yang juga mengikuti vaksinasi di Puskesmas Cilamaya Girang.

Sebelum menjalani vaksinasi para tenaga pengajar melakukan pengetesan suhu, pengeresan tekanan darah (tensi) dan menjawab beberapa quesioner tentang riwayat penyakit, riwayat pengobatan, riwayat dengan pasien covid dan lain-lain untuk pertimbangan apakah seseorang layak di vaksin atau tidak. Terutama bagi yang mempunyai penyakit tertentu sebelumnya harus meminta rekomendasi dari dokter spesialis atau dokter yang mengetahui riwayat kesehatan kita, apakah dapat dilakukan vaksinasi atau tidak.

“Setelah vaksinasi penerima vaksin harus menunggu selama 30 menit sebagai observasi yang tujuannya untuk mengetahui apakah ada efek dari vaksin biasanya lemes dan ngantuk tapi kami memantau apabila timbul gejala yang lain,” jelas dr. Hilda Emilia, yang bertugas untuk Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Menurut dr. Hilda Emilia, vaksinasi tahap pertama merupakan tahap pengenalan sedangkan tahap kedua yang dilaksanakan dua minggu kemudian bertujuan untuk kekebalan tubuh. Namun walaupun sudah di vaksinasi, kita harus tetap jaga prokes. (Wahyudin)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed