oleh

4 Perusahan Wilayah Kawasan Zona BAM Desa Parung mulya Diduga Cemari Lingkungan

 

KARAWANG/HK JABAR – Aksi puluhan warga kembali mendatangi kantor Desa Parungmulya, Kecamatan Ciampel,  Kabupaten karawang, Kamis (15/10/2020).

Mereka adalah warga yang tercemari akibat dampak pencemaran udara dan bau yang tidak sedap yang di timbulkan aktipitas PT ,MBG ,dan 3 perusahaan lainya di wilayah kawasan Zona BAM/PT, Bagus Agung Makmur

Puluhan aksi warga akhirnya melakukan mediasi secara musyawarah di aula kantor desa bersama perwakilan pihak perusahaan kawasan Zona Bam

Musyawarah sempat memanas , ketua BPD dan Sekertaris Bumdes saling berdebat adu mulut.

Tidak lama musyawarah berjalan kembali , kades Hanapi memberikan 7 point kepada pihak perusahaan di kawasan Zona Bam agar segera di realisasikan.

1, Bau yang di timbulkan Aktipitas PT. MBG harus segera di kroscek karena dampak terjadi di masyarakat
2 . Kendaraan pengangkut bata hebel harus di tutup
3. Penambahan tenaga kerja di lapangan bagian kebersihan harus di tambah
4 .Talang lobang pengangkut mobil molen harus di tutup
5.pengerukan limbah limbah.harus segera di keruk
6. Penyiraman area masuk kiri ,kanan kendaraan tidak di batasi
7 , segera di perbaiki akses jalan yang sudah Rusak .

Ke 7 point tersebut harus segera terlealisasikan.tutur kades.

“Dan apabila tidak di hiraukan maka kami akan melaporkan ke di Dinas lingkungan hidup ,dan tidak menutup kemungkinan warga akan menutup akses jalan menuju kawasan”.jelas hanapi

Sementara Wahyu manager operasional PT.BAM mengatakan, beberapa point keluhan dari masyarakat sudah ada penyelesaian dari 7 point itu dari penyiraman kemudian pengerukan dan dari titik tanjakan karena jalannya landai untuk mengurangi pendakian yang belum bisa dikerjakan sama alat berat seperti loder sengaja di tunda dulu karena harus pakai ecsavator.

“Kami sudah kordinasi dengan pihak perusahaan, ada kesanggupan hari jumat besok sampai hari senin,  dari 7 point tersebut mudah-mudahan cepat selesai. Sementara kalau permintaan warga soal kompensasi nocomen karena bukan ranah kami,” ucapnya. (Aep)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed