1 Orang Warga Hutatua Tewas Dibacok Tetangganya, dan 1 Orang Kritis di RSUD Panyabungan

oleh

Hariankriminal.com – Nasron (40), warga di Desa Hutatua Pardomuan, Kec. Panyabungan Timur, Kamis petang 21 Maret 2019, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan dikediamannya.

Selain mengalami luka bacokan senjata tajam di dada, di bagian punggungnya juga ditemukan luka akibat sabetan senjata tajam.

Tak hanya pria yang berprofesi sebagai petani itu, adik iparnya bernama Mirwan, remaja berusia 18 tahun, juga nyaris meregang nyawa setelah turut menjadi sasaran pelaku yang turut menyabetkan senjata tajam ke dadanya.

Dari penyelidik petugas Polres Mandailingnatal yang terjun ke lokasi kejadian menemukan bukti bahwa pelaku pembantaian tersebut adalah tetangga korban sendiri bernama Dahren Rangkuti (30).

Menurut keterangan Abdi (55) mertua korban sekaligus ayah dari Mirwan, sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, ia dan putranya baru pulang dari kebun mereka di desa itu. Saat itu, anaknya Mirwan memilih untuk beristirahat sementara di rumah kakak kandungnya Rosmiati, yang merupakan istri Nasron.

Tak berselang lama, pelaku datang dan tiba-tiba saja terlibat percekcokan hingga akhirnya secara brutal pelaku membacok Nasron.

“Punggungnya robek, dan pelaku tak berhentu kembali mengayun parangnya ke dada korban, hingga isinya terburai” kisah Abdi menirukan keterangan putrinya Rosmiati.

Lantas, Mirwan yang melihat itu berupaya menolong dan melerai aksi pelaku. Malangnya ia pun disabet pelaku hingga kritis setelah parang pelaku menancap didadanya.

“Samaku tinggal cerita. Kakaknya (Rosmiati) datang ke rumah menangis-nangis,” cerita Abdi.

Usai melampiaskan hajatnya, pelaku pun langsung kabur meninggalkan kediaman korban. Untuk menyelamatkan korban, dibantu jiran tetangga, keluarga korban sempat berupaya melarikannya ke Puskesmas Gunung Baringin di kecamatan yang sama. Naas, nyawa korban tak tertolong lagi.

“Dia (Pelaku) sudah lari,” cerita Rosmiati sambil terisak di sudut ruang jenazah RSUD Panyabungan, Jumat (22/3/2019) dinihari. Hingga berita ini dirilis, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi utama dari keluarga korban.

Sejauh ini belum ada keterangan terkait motif di balik kasus pembantaian tersebut. Namun kuat dugaan, pelaku sudah mempersiapkan rencananya itu. Indikasinya, karena pelaku sengaja menyiapkan parang biasa dipakainya untuk memanen nira yang telah diasahnya.

Sementara, guna kepentingan penyelidikan, jasad Mirwan langsung dievakuasi ke RSUD Panyabungan guna diotopsi. Sedangka korban Mirwan hingga kini masih dalan kondisi kritis masih menjalani perawatan medis secara intensif di rumahsakit.

Kapolres Madina AKBP Irsan Sinuhaji, SIK, MH membenarkan pembunuhan tersebut saat di hubungi media ini, Jum’at (22/3/2019).

“Iya, betul ada pembunuhan di Desa Huta Tua, Kecamatan Panyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut, Kini unit Reskrim masih mendalami apa motip pembunuhan tersebut, sedangkan pelaku melarikan diri, dan identitas pelaku sudah kita kantongi,”Jelas Kapolres.

(Aritonang/SB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *