Kesbangpol Kabupaten Ngawi Melaksanakan Pembinaan Wawasan Kebangsaan

oleh

Hariankriminal.com – Kantor kesatuan bangsa dan politik (Kesbangpol) Kabupaten Ngawi melaksanakan Kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan terhadap pelajar Se Kab. Ngawi. Sebanyak 200 lebih pelajar Se Kab. ngawi yang hadir mengikuti kegiatan tersebut, melalui kegiatan wawasan kebangsaan tahun 2019 siap membina dan membentuk penerus bangsa yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan guna menumbuhkan rasa cinta tanah air dan mempererat ke Bhineka Tunggal Ika-an dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, acara tersebut bertempat di Museum trinil Desa Sooko, Kecamatan kedunggalar, Ngawi, Senin (18/03/2019).

Hadir pula dalam acara ini bupati dan wakil bupati Ngawi, forum pemerintahan kab. Ngawi dan narasumber cecep wahyudi kasat intelkam Polres Ngawi, eko wardoyo kodim 0805/Ngawi dan cahyono kepala SMA Negeri 1 Kedunggalar, materi yang disampaikan meliputi pilar kebangsaan, di antaranya Pancasila sebagai konsensus dasar Negara UUD 1945, NKRI Bhinneka Tunggal Ika dan maraknya berita hoax di media sosial.

“Cara membela Negara jalannya berbeda beda ada yang menjadi pedagang guru dll, untuk membela negara bukan harus menjadi Polisi maupun Tni, kemauan kesiapan dan kegigihan menjadi modal utama untuk membela Negara,” kata Eko wardoyo.

Berita Terkait :  DPRD Gelar Sidang Paripurna Hari Jadi Purwakarta ke-188 dan Kabupaten Purwakarta ke-51

Cecep wahyudi menjelaskan tentang bahayanya Media sosial saat ini, media sosial sangat rawan dan hati hati dalam menggunakan medsos karena lagi marak berita hoax atau bohong jangan mudah share berita tak benar atau berita hoax, karena sekarang ada UU ITE, ancamannya gak main main bisa 5 Tahun di bui. Tujuan berita hoax salah satunya mengadu domba isu sara sangat bahaya bagi KEUTUHAN NKRI, menyerbarkan fitnah dan terjadi kekacauan, kepolisian mempunyai intelijen khusus untuk mencari pembuat pemberita hoax, untuk antisipasi berita hoax di pelajari dulu mencermati, karena maraknya alamat situs akun bodong, kalau dulu mulutmu harimaumu kalau sekarang jarimu harimaumu,”Tegas cecep wahyudi.

Keragaman dalam satu kesatuan NKRI menyatakan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar yang terdiri dari suku bangsa, ras, bahasa, tapak budaya penduduk yang mendiami pulau di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, itulah yang di lirik penjajah penjajah salah satunya melalui medsos untuk memecah belah dan adu domba.

Berita Terkait :  Suhandi : Saung Kaasih Wujud Loyalitas

“Keragaman harus menjadi kekuatan untuk bisa mewujudkan Persatuan dan Kesatuan Nasional dalam bingkai NKRI,” ujarnya.

Cahyono wijayanto kepala SMA NEGERI 1 KEDUNGGALAR ini bercerita sedikit tentang indonesia, yang pertama kali mengucapkan selamat hari merdeka Indonesia adalah uniret arab, presiden arab ketika itu di ajak keliling Indonesia oleh bung karno.

“Sungguh anda adalah orang yang beruntung dan Indonesia hebat litle paradise surga Indonesia, Indonesia itu luar biasa tidak ada bangsa yang sebesar kita, bangsa yang besar adalah Indonesia kalau di jejer benua eropa itu separo dari benua eropa, belanda yang menjajah kita bukan siapa siapa, kita adalah anak anak dari generasi yang hebat yang seharusnya mencintai budaya lokal Indonesia seperti reog wayang dll, kita dulu Negara maritim jaladri mantri, pelabuhan di jaman majapahit memilik penerjemahan bahasa di seluruh Indonesia, Megara kita Negara maritim terbesar di seluruh dunia, kebinikeaan inilah yang harus kita tumbuhkan, lampung 1kecamatan 12 bahasa kita harus bangga kita anak Indonesia, jangan buta akan sejarah perjalanan Indonesia, kalau gak ada jawa gak ada Indonesia kalau gak ada sunda gak ada Indonesia, Indonesia di ibaratkan rumah memiliki bermacam macam komponen,”Pungkas cahyono.

Berita Terkait :  Plt Bupati Labuhanbatu Apresiasi Kinerja Kajari Setyo Pranoto

(Dimas/Edo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *