Balai TNBG Madina Serahkan  Bantuan Bibit Kepada Kelompok Masyarakat

oleh

Hariankriminal.com – Keberadaan masyarakat desa penyangga Taman Nasional Batang Gadis mempunyai peran strategis yaitu untuk mengamankan dan atau melindungi kawasan taman nasional dari berbagai bentuk ancaman. Peran strategis tersebut tidak akan dapat diimplementasikan apabila sumberdaya manusia masyarakat  desa  penyangga dalam posisi tawar yang lemah, artinya dimana ekonomi masyarakatnya masih prasejahtera, sehingga tidaklah heran apabila yang semestinya masyarakat menjadi pelaku utama dalam pengelolaan kawasan justru berbalik menjadi oknum pelaku pengrusakan atau perambah kawasan hutan.

“Masyarakat Sejahtera Hutan Lestari” adalah sebuah jargon yang di gencar-gencarkan oleh Kemen LHK, untuk mewujudkan pihak Balai TNBG terus melakukan upaya yang nyata dan berperan dalam meningkatkan kesejahtraan ekonomi masyarakat daerah penyangga informasi diperoleh, Rabu(13/3) .

Salah satu upaya yang di lakukan oleh Balai TNBG adalah penyerahan bibit kepada kelompok masyarakat desa Aek guo dan Sopotinjak  serta penyerahan bantuan sarana prasarana pendakian kepada kelompok Ranger Sorik Marapi desa Sibanggor Julu,  ketiga desa tersebut merupakan desa Penyangga Taman Nasional Batang Gadis yang berada di SPTN Wilayah III Muarasoma.

Berita Terkait :  Keluarga Besar IKRH Labuhanbatu Raya adakan acara Berbuka Puasa.

Penyerahan bantuan itu diserahlan oleh ibu Siti Wahyuni yang mewakili Kepala Balai Taman Nasional Batang Gadis selaku Kepala SPTN Wilayah III Muarasoma.

Acara Serah terima ini dihadiri oleh Sekcam Batang Natal, Sekcam PSM dan Kades serta pengurus kelompok bertempat di Rest Area Desa Sopotinjak Mandailing Natal.

“Kami selaku pemerintah Kecamatan Batang Natal berterimakasih dan memberikan apresiasi kepada Pihak Balai TNBG yang telah mengambil peran dalam pengembangan ekonomi masyarakat desa kami, semoga bantuan ini bisa kami manfaatkan dan memberikan hasil yang bagus untuk kedepan nya,”Ujar Ali sahbana selaku Sekcam kec. Batang Natal.

Selain menyerahkan bantuan bibit pada kelompok masyarakat Balai TNBG juga melakukan kegiatan preemtif yaitu  “kegiatan yang ditujukan guna mencegah, menghilamgkan, mengurangi, menutup niat seseorang atau kelompok untuk melakukan tindak pidana kehutanan”

Berita Terkait :  Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Labuhanbatu Selatan Sosialisasi Pembentukan Unit Pengumpul Zakat

Kegiatan ini merupakan  hal yang wajib bagi Balai Taman Nasional  Batang Gadis dalam melakukan perlindungan dan pengamanan hutan. Peranan dalam melakukan kegiatan preemtif sudah menjadi  culture dan passion bagi setiap individu  petugas Balai TNBG.

Sudah menjadi kewajiban petugas baik dalam kegiatan apapun yang bersentuhan dengan masyarakat selalu mengkampanyekan kegiatan preemtif seperti lokakarya, musrembang, diskusi kelompok masyarakat dan bahkan ke sekolah-sekolah yang ada di kabupaten Mandailing Natal.  Setiap pintu masuk kawasan Taman Nasional Batang Gadis terdapat plang dan spanduk berisikan larangan dan ancaman pidana tindak pidana kehutanan. Preemtif sistem ini berjalan dengan baik  sehingga aktivitas tindak pidana kehutan di Balai Taman Nasional Batang Gadis sangat minim.

 

Preemtif sistem ini berhasil dilaksanakan dan menular ke beberapa desa seperti Desa Pagar Gunung dan Desa Alaha Kae yang membuat peraturan desa mengenai larangan menembak burung dan berburu satwa pada kawasan hutan.  komitmen desa untuk menjaga kawasan hutan sudah menjadi culture dan menjadi peraturan kearifan lokal masyarakat. Kolaboratif preemtif sistem antara BTNBG dan Desa menjadi dasar untuk membuat Tugu Preemtif yang insya allah akan dilaksanakan tahun 2019.

Berita Terkait :  A.Rifai, S.Ag, Amil Bukan Perangkat Kemenag

(Aritonang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *